Passive Voice 27/09/2010
 
Kalimat aktif merupakan kalimat yang subjek kalimatnya adalah pelaku sebuah tindakan, sedangkan kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya bukan pelaku suatu tindakan. Si subjek adalah si penerima akibat dari sebuah tindakan.

Bandingkan kalimat-kalimat berikut:
  • Aktif : Susi mengetik surat ini kemarin
  • Pasif : Surat ini diketik oleh Susi kemarin
  • Aktif : Kucingku membunuh seekor tikus
  • Pasif : Seekor tikus dibunuh oleh kucingku
Catatan:
Gunakan bentuk pasif jika pelaku tindakan tidak begitu penting.

Contoh:
  • Menara ini dibangun tahun 1955
Kalau kita perlu menyebut siapa pelaku suatu tindakan, gunakan kata oleh (by)

Contoh:
  • Menara ini telah dibangun oleh Pemerintah Daerah pada tahun 1955
Rumus umum untuk membentuk suatu kalimat Pasif
  • Aktif : S + Verb (Kata Kerja) + Objek + dll
  • Pasif : Objek + to be + Verb 3 (Kata Kerja Bentuk III) ( + by subjek) + dll
To be yang digunakan
  1. Present : is, am, are
  2. Past : was, were
  3. Perfect : been (di depan have, has, atau had)
  4. Future : be (setelah modals)
  5. Continuous : being (di depan salah satu dari 7 to be di atas)
Hal-hal yang perlu diketahui dan diingat
  1. Untuk menyatakan suatu kalimat dalam bentuk pasif, tenses tidak berubah. Tenses harus sama dengan kalau kita menyatakannya dalam bentuk aktif. Yang berubah hanya kata kerja-nya.
  2. Kata kerja yang tidak memiliki objek (Kata Kerja Intransitif) tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif, seperti, menangis, mendidih, terbit, dll.
Contoh-contoh kalimat aktif dan pasif
  1. Jack sings a song (active)
  2. A song is sung by Jack (Passive)
  1. Jack sang a song yesterday (active)
  2. A song was sung by Jack yesterday (passive)
  1. Jack has sung a song (active)
  2. A song has been sung by Jack (passive)
  1. Jack will sing a song (active)
  2. A song will be sung by Jack (passive)
  1. Jack is singing a song (active)
  2. A song is being sung by Jack (passive)
  1. Jack can sing a song (active)
  2. A song can be sung by Jack (passive)
Beberapa Bentuk Kalimat Passive

1) Passive Imperative Sentence

Rumus:

Let + objek + be + Kata Kerja Bentuk III
  • Help the poor (active)
  • Let the poor be helped (passive) 
2) Passive Infinitive: It is/was time

Rumus:

It is/was time for + objek + to be + kata kerja III
  • It is time to send the letter (active)
  • It is time for the letter to be sent (passive)
3) Negative Passive Imperative Sentence

Rumus:

Subjek + be + Kata kerja III + not to + infinitive


(kata kerja III yang sering digunakan adalah: advised, asked, begged, commanded, requested)
  • Don�t wait for me (active)
  • You are advised not to wait for me (passive)
4) Passive Sentence with Verbs of Perception

RumusSubjek + be + adjectives + when + subjek + be + kata kerja III

(kata kerja yang digunakan adalah: taste, smell, feel)
  • This food tastes delicious (active)
  • This food is delicious when it is tasted (passive)
5) Passive Sentence with Certain Verbs followed by �that-clause�

Kata kerja yang digunakan adalah: accept, admit, agree, assume, believe, decide, expect, find out, intend, plan, point out, presume, prove, regret, report, say, think, understand.
  • We regretted that the principal had to resign from office (active)
  • It was regretted that the principal had to resign from office (passive)
6) Passive Sentence with Nouns or Adjectives as Complements
  • I consider her very pretty (active)
  • She is considered very pretty (passive)
7) Passive Sentence with two objects
  • He gave me a book (active)
  • A book was given to me by him (passive 1)
  • I was given a book by him (passive 2)
8) Passive Sentence with Gerund Verbs
  • The teacher enjoyed teaching the students (active)
  • The students enjoyed being taught by the teacher (passive)
9) Agent consisting long expression at the end of sentence

Dalam kalimat pasif, jika pelaku terdiri dari ekspresi yang panjang, sebaiknya subjek tersebut ditempatkan di akhir kalimat setelah by.
  • We were all surprised by her sudden announcement to get married
  • I was confused by his plan to stop the ongoing project and begin a new one.
10) Passive Sentence with unique verbs

Kata kerja yang digunakan adalah: require, deserve, need
  • This wall needs to be painted (sama dengan)
  • This wall needs painting
 
Auxiliary Verbs 27/09/2010
 
Auxiliary (Kata Bantu) digunakan bersama-sama dengan kata kerja lainnya untuk membantu mengekspresikan arti, atau khususnya mempunyai fungsi gramatikal. Di bawah ini akan kami jelaskan secara terperinci tentang Auxiliary Verbs. Selamat Belajar

Macam-macam Auxiliary Verb
  1. is, am, are
  2. be, been, being
  3. was, were
  4. do, does, did
  5. have, has, had
  6. can, could
  7. will, would
  8. may, might
  9. shall, should
  10. must
  11. ought to
  12. need, dare
Penggunaan Auxiliary Verb

1. Linking Verbs

Adalah kata kerja bantu yang berfungsi untuk menghubungkan antara subyek dan predikat. Adapun kata kerja bantu yang dapat berfungsi sebagai linking (copulative) verb yaitu: To Be = (am, is, are, was, were, be, being dan been).

Contoh:
  1. She was at my house yesterday
  2. I am a doctor
2. To do, does, did dan done
  • Dapat berfungsi sebagai kata kerja biasa yang berarti mengerjakan.
Contoh:
  1. She did her homework yesterday.
  2. 1 do my homework every day.
  • Sebagai kata kerja bantu dalam membentuk kalimat tanya, kalimat menyangkal (negative), atau jawaban singkat.
Contoh:
  1. Did you go to church yesterday?
  2. Does he come to your house?
  3. Do you know about Anne? Yes, I do.
3. Have � has dan had

  • Berfungsi sebagai kata kerja biasa yang berarti "mempunyai".
Contoh:
  1. I have a new care.
  2. She has much money.
  3. He had two cars last year.
  • Sebagai kata kerja bantu dalam membentuk Tense, misalnya present perfect tense, past perfect tense dan sebagainya.
Contoh:
  1. She has bought a new car.
  2. He had studies French.
  3. She has been working here for 12 years.
Penggunaan Modal Auxiliary

Catatan:
  1. Dalam sebuah kalimat tidak boleh ada dua buah modal auxiliary. Kalau Anda dihadapkan dengan 2 buah modals (Dalam bahasa Indonesia, misalnya, "saya harus bisa ..." maka modals yang kedua, harus diubah ke bentuk lain yang mempunyai sama arti.
  2. Kata Kerja sesudah modal auxiliaryharus bentuk pertama.
CAN

Dipakai untuk menyatakan:

1. Kesanggupan atau kemahiran seseorang.

Contoh:
  1. She can sing beautifully.
  2. 1 can speak English.
2. Minta izin.

Contoh:
  1. Can I borrow your book?
  2. Can I come to your house?
3. Kemungkinan.

Contoh: 
  1. She can be at home at noon.
  2. He can be ill. (mungkin dia sakit).
COULD

Adalah bentuk Past Tense dari CAN dan bentuknya sama untuk semua subyek. Namun dalam penggunaannya tidak selamanya berarti past time (masa lalu).

COULD dipakai untuk menyatakan:

1 Bentuk lampau dari Can.

Contoh:
  1. Mary could sing a song when she was young.
  2. She could not come here yesterday because she was ill.
2. Permintaan dengan sopan.

Contoh:
  1. Could you help me now?
  2. Could you take that book for me?
3. Kemungkinan.

Contoh:
  1. She could be at home now, but she usually plays volleyball.
  2. He could be very busy at that time.
SHALL

Digunakan untuk menyatakan:

1. Artinya "akan" dalam bentuk Future Tense.

Contoh:
  1. I shall go to London tomorrow. (Saya akan pergi ke London besok).
  2. We shall buy a new motorcycle next week.
2. Menawarkan Bantuan.

Contoh:
  1. Shall I open the window?
  2. Shall I make coffee for you?
3. Janji.

Contoh:
  1. You shall have a motorcycle.(Saya janjikan anda akan dapat mempunyai sepeda motor).
  2. I shall meet her tomorrow.
SHOULD

Digunakan untuk menyatakan:

1. Bentuk lampau dari shall.

Contoh:
  1. When he come to my house I should go.
  2. I should visit to your house before you came to my house.
2. Anjuran (Artinya "sebaiknya").

Contoh:
  1. You are ill, you should go to the doctor soon.
  2. She is tired, she should take a rest.
3. Keharusan

Dalam hal ini SHOULD sama artinya dengan Ought to.

Contoh:
  1. You should (ought to) do your homework every day.
  2. He should (ought to) study hard.
4. Dalam bentuk lampaunya berarti menunjukkan suatu kegiatan yang seharusnya dikerjakan tetapi kenyataannya tidak dikerjakan. Atau dapat juga berarti penyesalan dimasa lampau.

Contoh:
  1. You should (ought to) have studied hard before take an exam. = Anda seharusnya belajar dengan keras sebelum mengikuti ujian. (Dalam kenyataannya Anda tidak belajar dengan keras, tetapi tetap mengikuti ujian).
  2. John should (ought to) have gone to the dentist yesterday. (Dalam kenyataannya John tidak pergi ke dokter gigi kemarin - he did not go).
WILL

Digunakan untuk menyatakan:

1. Artinya "akan" dalam bentuk Future Ssimple Tense, dan sama dengan to be going to.

Contoh:
  1. I will go to Jakarta next week. (=I am going to Jakarta next week).
  2. She will come here soon.
2. Permintaan dengan sopan atau menawarkan.

Contoh:
  1. Will you carry that bag for me?
  2. Will you go with me?
WOULD

Digunakan untuk menyatakan:

1. Bentuk lampau dari Will yang berarti "akan".

Contoh:
  1. He would be punished before he escaped.
  2. She knows that it would be pleasant in Bali.
2. Suatu permohonan/permintaan dengan sopan.

Contoh:
  1. Would you please help me?
  2. Would you mind closing the window?
3. Jika digabung dengan kata LIKE menunjukkan hasrat atau keinginan.

Contoh:
  1. I would like to eat.
  2. Would you like to go there?
4. Digabung dengan kata "rather" menunjukkan arti Lebih suka (prefer).

Contoh:
  1. I would rather be a doctor than a president.
  2. I would rather have stayed home than went to the movies.
MAY

Kata kerja bantu yang berarti "boleh/mungkin" yang digunakan untuk menyatakan:

1. Permohonan izin.


Contoh:
  1. May I borrow your motorcycle? Yes, you may. (Bolehkah aku pinjam sepeda motormu?)
  2. May I go home now? No, you may not. (Bolehkah aku pulang sekarang?)
  3. Henry may be late. (Mungkin Henry terlambat).
2. Permohonan atau harapan.

Contoh:
  1. May you both the happy. (Mudah-mudahan Anda berdua bahagia).
  2. May God bless you. (Mudah-mudahan Tuhan memberkati Anda).
MIGHT

Bentuk lampau (past tense) dari MAY, namun pemakaiannya jugs dapat untuk mass kini atau mass datang.

Contoh:
  1. Alex might be late yesterday. (Mungkin Alex terlambat kemarin).
  2. Please take an umbrella with you, It might rain. (Bawalah payung, hari mungkin hujan).
  3. I told him that he might go home. (Saya beritahukan kepadanya bahwa ia boleh pulang).
  4. You might try to be more careful.
MUST

Kata kerja bantu yang berarti harus atau wajib, digunakan untuk menyatakan:

1. Keharusan/mesti.

Contoh:
  1. You must go now. (Anda harus pergi sekarang!)
  2. I must do my homework soon. (Saya harus segera mengerjakan peker aan rumahku).
  3. She must study hard. (Dia harus belajar keras).
2. Dalam kalimat menyangkal (negatif) dan membuat jawaban dari kalimat tanya, selalu digunakan NEED NOT atau Needn't bukan musn't (must not).

Contoh:
  1. Must I go now? Yes, you must atau yes, you need.
  2. Must she pay it? No, she needn't.
  3. You needn't go now. (Anda tidak perlu pergi sekarangbukan musn't.
  4. She need not come here. again. (Dia tak perlu lagi datang ke sini).
3. Must not (musn't) menunjukkan (berarti) larangan atau tidak boleh.

Contoh:
  1. You must not smoke in the class. (Anda dilarang merokok di dalam kelas).
  2. Susan mustn't go there alone. (Susan tidak boleh (dilarang) pergi ke sana sendirian).
4. Must = Have to (she/he has to) berarti harus.

Contoh:
  1. You must (have to) read this book. (Anda harus membaca buku ini).
  2. She must (has to) go to school today. (Dia harus ke sekolah hari ini).
  3. They must (or have to) work hard. (Mereka harus bekerja keras).
5. Must tidak mempunyai bentuk Past Tense. Bentuk lampau yang berarti "harus/mesti" adalah HAD TO, dan bentuknya sama untuk semua obyek.

Contoh:
  1. I had to meet my sister yesterday. (Saya kemarin harus berjumpa saudara perempuanku).
  2. She had to leave for Jakarta last week. (Dia harus meninggalkan Jakarta pekan lalu).
OUGHT TO = SHOULD

1. Kata kerja bantu yang artinya sebaiknya atau seharusnya.

Contoh:
  1. She ought to be here now. (Dia seharusnya ada di sini sekarang).
  2. Ought she to come here again? (Haruskah dia datang ke sini lagi?)
  3. She asked me what ought to be typed. (Dia bertanya kepadaku apa yang harus diketik).
2. Menyatakan tugas/pekerjaan yang tidak terselesaikan/terpenuhi atau terabaikan. Biasanya dalam bentuk Perfect Infinitives

Contoh:
  1. The work ought to have been finished last week. (Pekerjaan itu seharusnya sudah diselesaikan pekan lalu).
  2. You ought not (oughtn't) to have crossed the road when the lights were red. (Anda seharusnya tidak menyeberang jalan ketika lampu berwarna merah).
  3. You ought to have told him that the paint on that seat is wet. (Anda seharusnya sudah memberi tahu dia bahwa cat pada tempat duduk itu masih basah).
NEED

Need artinya "Perlu" dan digunakan sebagai:

1. Untuk membuat kalimat negatif dan jawaban dari pertanyaan yang memakai MUST

Contoh:
  1. I must go now.     (Positif).
  2. I needn't go now. (Negatif). bukan: I mustn't go now, karena kalimat ini berarti.: (Saya dilarang pergi sekarang).
  3. Must I go now? No, you needn't atau Yes, you must.
2. Sebagai kata kerja biasa yang berarti "perlu" dan mengalami perubahan bentuk.
  1. need � needs    (Present Tense)
  2. needed �          (Past Tense).
Dalam hal ini, bentuk interrogative dan negative-nya dibuat dengan auxiliary verb "do/does" untuk present tense, dan dengan "did" untuk past tense, sebagaimana umumnya kata kerja biasa.

Contoh:
  1. They need some milk.
  2. They don't need any milk.
  3. Do they need any milk?
  4. She doesn't need much money.
  5. Did Ali need to meet with you?
  6. Ali didn't need to go with you.
  7. Ali need to go with you.
DARE

Artinya "berani" dan digunakan sebagai:

1. Kata kerja bantu

Contoh:
  1. He dare go there alone. (Dia berani pergi sendirian ke sana)
  2. Dare he do it?
  3. I dare not to climb the tree.
Catatan:

"DARE" jika berfungsi sebagai Kata Kerja Bantu tidak memakai "S" untuk orang ketiga tunggal, jadi untuk kalimat nomor I, bukan: She/He dares.

2. Kata kerja biasa

Kalau DARE berfungsi sebagai kata kerja biasa, maka pemakaiannya sama seperti kata kerja biasa lainnya, yaitu dalam kalimat tanya dan negatif menggunakan auxiliary verb. Do/Does atau Did.

Contoh:
  1. She doesn't dare to go there alone.
  2. Does he dare to come here again?
  3. I don't dare to climb the tree.
Dalam bentuk past tense, Dare mempunyai dua macaw bentuk yang dapat dipakai untuk kalimat tanya atau kalimat negatif .

Contoh:
  1. He dared not to go there alone yesterday, atau He didn't dare (to) go three alone.
  2. Dared he go there alone? atau Did he dare (to) go there alone?
  3. She dared not visit me last week, atau She didn't dare (to) visit me last week
 
GERUNDS 27/09/2010
 
Gerunds atau verbals atau verbal nouns adalah kata kerja berbentuk ing yang dipakai sebagai kata benda.

A. Bentuk

Gerund dibentuk dari : kata kerja + ing (V1 + ing)

Misalnya: smoking, shoping, hunting dan sebagainya.

Bentuk gerund adalah sama seperti bentuk present participle, dan keduanya merupakan bagian dari kata kerja. Perbedaannya gerund merupakan sejenis kata benda, tetapi present participle adalah semacam kata sifat. Oleh karena itu, meskipun serupa tetapi keduanya sangat berbeda dalam sifatnya.

Gerund mempunyai empat macam bentuk :

Tense

Present or continuous

Perfect



active

doing

having done



Passive

being done

having been done





B. Sifat

Sifat ganda gerund:

Gerund merupakan part of speech ganda. Suatu kata benda dan kata kerja yang digabungkan. Oleh karena itu, kita harus menjelaskannya dalam tiap sifat ini :

1) Sebagai kata benda

2) Sebagai bagian kata kerja



C. Pemakaian

1) Karena gerund merupakan sejenis kata benda, maka ia dapat digunakan sebagai berikut :



a) Sebagai subjek untuk kata kerja

contoh: Sleeping is necessary to life



b) Sebagai objek untuk kata kerja

contoh: I don’t like smoking



c) Sebagai komplemen untuk kata kerja

contoh: My chief delight is riding



d) Sebagai objek untuk preposisi

contoh: He gave up smoking



2) Gerund dengan objek

Karena gerund adalah bagian kata kerja, ia dapat menggunakan objek di belakangnya.



a) Objek langsung

contoh: He is clever at teaching mathematics (mathematics = objek langsung)



b) Objek tak langsung

contoh: He is clever at teaching us mathematics (us = objek tak langsung)



c) Objek yang tetap dipertahankan dalam kalimat pasif

contoh: She is pleased at being taught mathematics



d) Objek yang artinya mirip dengan kata kerja itu sendiri

contoh: She is proud of having sung a fine song



e) Objek refleksif

contoh: She is in the habit of oversleeping herself



3) Gerund dengan genitif

Kata benda atau kata ganti, asalkan menunjukkan orang atau binatang, haruslah dalam kasus genitif, bilamana kata benda atau kata ganti itu diletakkan di depan gerund.

Contoh: I am pleased at your coming



Perhatikan :

a) Pemakaian gerund yang didahului kata benda atau kata ganti genitif yang berikut ini kadang-kadang terjadi :

Contoh: This was a creative work of my doing



b) Kadang-kadang huruf “a” diletakkan di depan gerund dalam pengertian preposisi. Di sini “a” merupakan perubahan atau singkatan dari preposisi on :

Contoh:

The man has gone a-hunting

He has gone a-fishing



4) Yang memiliki bentuk ing, selain gerund, masih ada present participle dan kata benda asli, haruslah kita bedakan dengan jelas.

a) A sleeping carriage (a carriage used for sleeping), di sini sleeping merupakan gerund



b) A sleeping child (a child that is sleeping), di sini sleeping merupakan present participle yang dipakai sebagai kata sifat



c) Rising early is good for health, di sini rising adalah kata kerja yang diterangkan kata keterangan early, merupakan gerund yang berfungsi sebagai subjek.



d) Early rising is good for health, di sini rising diterangkan oleh kata sifat early, dengan demikian rising adalah part of speech dan merupakan kata benda asli.



5) Gerund dalam bentuk present perfect:

Contoh:

He regrets having done so (he regrets that he has done or did so)

He regretted having done so (he regretted that he had done so)



Gerund dan bukan infinitive harus dipakai:

a) Sesudah preposisi atau ungkapan berpreposisi :

Without, etc + gerund

Contoh: Do your work without speaking. Kerjakanlah pekerjaanmu tanpa berbicara



Look forward to + gerund

Contoh: I look forward to seeing you soon. Saya mengharapkan dengan senang hati menemui anda segera



Instead of, etc + gerund

Contoh: You had much better work instead of idling away your time. Sebaiknya Anda bekerja daripada buang-buang waktu



b) Sesudah kata-kata yang secara tetap menggunakan preposisi :

Fond of + gerund

Contoh: He is always fond of hunting. Ia selalu suka berburu



Insist on + gerund

Contoh: He insisted on going to Kudus. Ia bersikeras untuk pergi ke Kudus



Object to + gerund

Contoh: I object to smoking. Saya keberatan merokok



Prevent from + gerund

Contoh: I was prevented from going because of illness. Saya terhalang pergi karena sakit



Succeed in + gerund

Contoh: He succeeded in solving the problem. Ia berhasil memecahkan masalah itu



Think of + gerund

Contoh: I often think of going to France. Saya sering bermaksud pergi ke Perancis



Tired of + gerund

Contoh: I’m tired of eating foreign food every day. Saya bosan makan makanan asing tiap hari



Used to + gerund

Contoh: I’m used to getting up early. Saya biasa bangun pagi-pagi



c) Sesudah katakata kerja tertentu

Avoid + gerund

Contoh: We can’t avoid making mistakes. Kita tak dapat menghindari membuat kesalahan



Can’t bear + gerund

Contoh: He can’t bear being laughed at. Ia tak dapat tahan ditertawakan orang



Can’t help + gerund

Contoh: I can’t help laughing. Saya tak dapat menahan tertawa



Catatan 1 :

Cannot help dan cannot but mempunyai arti yang sama tidak dapat menahan, tetapi pemakaiannya berbeda. Cannot help diikuti oleh gerund tetapi cannot but diikuti oleh infinitive tanpa to.

contoh :

I cannot but laugh



Can’t stand + gerund

Contoh: She can’t stand being laughed at. Ia tak tahan ditertawakan orang



Delay + gerund

Contoh: I delayed answering you owing to pressure of work. Saya menunda untuk menjawab anda karena sibuk



Enjoy + gerund

He enjoys playing a game of football. Ia senang sekali bermain sepak bola



Catatan 2 :

Kata-kata kerja yang berarti “to like” atau “to dislike” boleh diikuti infinitive atau gerund.

Contoh:

He likes reading English literature (he likes to read English literature). Ia suka membaca

kesusastraan Inggris

She dislikes swimming (he dislike to swim). Ia tak suka berenang



Escape + gerund

Contoh: He narrowly escaped drowning. Ia nyaris tenggelam



Finish + gerund

Contoh: I haven’t finished speaking. Saya belum selesai berbicara



Catatan 3 :

Kata kerja yang berarti “to begin” diikuti oleh infinitive atau gerund



Go on (= continue) + gerund

Contoh: The rain went on falling all night. Hujan terus turun sepanjang malam



Keep (on) + gerund

Contoh: He was kept waiting a long time, but he kept his temper. Ia dibiarkan menunggu lama, tetapi ia menahan amarahnya



Mind (= object to) + gerund

Contoh: Would you mind shutting the window? berkeberatankah anda menutup jendela itu?



Miss + gerund

Contoh: He narrowly missed getting killed. Ia nyaris terbunuh



Postpone + gerund

Contoh: I shall postpone writing till I learn full particulars. Saya akan menunda menulis surat sampai saya mendengar/mengetahui data yang lengkap



Remember + gerund

Contoh: I remember meeting you at the theatre. Saya ingat pernah menjumpai anda di dalam gedung bioskop



Stop + gerund

Contoh: My watch stopped ticking. Jam saya mati



Understand + gerund

Contoh: He understands managing his business. Ia mengerti bagaimana mengurus bisnisnya



d) Sesudah kata-kata sifat tertentu

Busy + gerund

Contoh: I am busy writing letters. Saya sibuk menulis surat



Worth + gerund

Contoh: This book is worth reading. Buku ini patut dibaca



e) Sesudah ungkapan-ungkapan tertentu

It is no use + gerund

Contoh: It’s no use begging like a beggar. Tak ada gunanya meminta-minta seperti orang minta-minta



It is no good + gerund

Contoh: It’s no good getting angry at once. Tak ada gunanya segera menjadi marah



There is no + gerund

Contoh: There’s no getting around it. Hal itu tak dapat dielakkan



There is no harm in + gerund

Contoh: There’s no harm in trying. Tak ada ruginya bila mencoba



Have the pleasure of + gerund

Contoh: I had the pleasure of meeting him. Saya senang sekali bertemu dengannya



Take pleasure in + gerund

Contoh: He takes pleasure in visiting the sick. Dengan senang hati ia mengunjungi orang sakit



To be interested in + gerund

Contoh: He was interested in learning more about my work. Ia berminat belajar lebih banyak tentang pekerjaanku



To be ashamed of + gerund

Contoh: The girl was ashamed of having been beaten in class by her brother. Gadis itu malu karena telah dipukul di kelas oleh saudara laki-lakinya



Gerund dipakai pada papan tanda yang menyatakan suatu larangan, yaitu sesudah no

Contoh:

No, talking! diamlah!

No, passing! dilarang melintas!

No, smoking! dilarang merokok!

No, spitting! dilarang meludah! etc.



Dipakai dalam ungkapan

Contoh: Seeing is believing. Kalau sudah melihat baru percaya



D. Gerund sejenis kata benda abstrak

Gerund sebenarnya merupakan sejenis kata benda abstrak dan mempunyai arti yang sama seperti abstract noun atau seperti noun infinitive:



Gerund Sleeping is necessary to health

Abstract Noun : Sleep is necessary to health

Noun infinitive To sleep is necessary to health



Ketiga kalimat tersebut di atas semuanya berarti suatu hal yang sama yaitu tidur perlu untuk kesehatan.